Minggu, 22 Mei 2016

The Thief of Bagdad (1940)

Akhirnya, punya nyali juga untuk nonton film yang sudah menjadi inspirasi bagi Aladdin dari Disney, Prince of Persia, dan film-film lain yang mengangkat tema dongeng 1001 malam. Dan...satu-satunya film berwarna Conrad Veidt! *sobbing heartedly*
Source: www.blu-ray.com

Sekilas Info

Rilis                     : 5 Desember 1940 (US) dan 25 Desember 1940 (UK)
Produser             : Alexander Korda
Sutradara           : Michael Powell (beberapa adegan Conrad Veidt), Ludwing Berger, dan Tim Whelan
Penulis naskah  : Lajos Biro dan Miles Malleson
Sinematografer : George Perinal
BW/Warna        : Berwarna - Technicolor
Bahasa                : Inggris
Diproduksi di    : UK
Diedit di             : US
Pemeran             :
  • Conrad Veidt sebagai Jaffar, Grand Vizier of Bagdad
  • June Duprez sebagai The Princess of Basra
  • John Justin sebagai King Ahmad of Bagdad
  • Sabu sebagai Abu The Thief
  • Rex Ingram sebagai Jin/Djinn
  • Miles Malleson sebagai Sultan of Basra
  • Mary Morris sebagai Halima
  • Hay Petrie sebagai Astrologer

Jalan Cerita

My Lord and Master, oh Jaffar *oops*
Konflik bermula dari King Ahmad, Raja Bagdad yang dijebak oleh perdana menterinya, Jaffar, sehingga terpaksa menjadi buronan yang luntang-lantung bersama seorang pencuri kecil bernama Abu. Mereka kabur menuju Kerajaan Basra dimana Ahmad bertemu dengan The Princess (yep, putri tanpa nama. Idk why). Dibantu Abu, Ahmad menyusup ke taman istana untuk menemui sang putri dan keduanya langsung jatuh cinta. 
"Hissh, do you call two children lisping in the garden love?"
Disaat yang bersamaan, Jaffar yang telah mengambil alih kekuasaan Bagdad, mengunjungi Sultan Basra untuk melamar sang putri. Sang Sultan yang terpikat oleh kuda terbang pemberian Jaffar pun setuju untuk memberikan putrinya pada Jaffar. Namun sang putri yang mencuri dengar perbincangan mereka tidak bersedia untuk menikah dengan Jaffar dan kabur untuk meminta pertolongan kakaknya yang telah menikah ke kerajaan lain. Diperjalanan, sang putri ditangkap penyamun, menderita penyakit tidur (yeap, semacam sleeping beauty), dan dijual ke pasar budak. 
The Sleeping Princess of Basra
Sementara penjaga istana yang tidak berhasil menemukan sang putri justru menangkap Ahmad dan Abu yang saat itu menyelinap lagi ke taman istana untuk menemui sang putri. Jaffar yang murka karena melihat Ahmad menyihirnya menjadi buta dan menyihir Abu menjadi anjing. Dan mereka pun dibuang kembali ke jalanan.
Dan sihir mata hipnotik Conrad Veidt dimulai!
Sang putri pun diselamatkan oleh Jaffar, namun tetap tidak bisa dibangunkan. Hanya kehadiran orang yang dicintainya, yaitu Ahmad, yang mampu membangunkannya. Lalu, dapatkah Jaffar menyelamatkan sang putri? Bagaimana nasib Ahmad dan Abu? Akankah Ahmad bersatu dengan sang putri? Silahkan ditonton sendiri. Hahh!
Back to Basra, sodara-sodara...


Mengapa Menginspirasi?

Setting The Thief of Bagdad yang mengispirasi
Setting, saudara-saudara...
Kota-kota, bangunan, pelabuhan, pasar, istana, keseluruhan penggambaran lokasi dari The Thief of Bagdad (mari kita singkat TOB) ini dianggap sangat sesuai dengan fantasi cerita 1001 malam. Kostum dan makeup dalam TOB ini juga disesuaikan dengan dengan Arabian pada masa itu. Pakaian Jaffar, sebagai contoh, terdiri dari 5 lapis sutra dan luaran bludru serta turban yang membutuhkan waktu satu jam untuk melilitkannya di kepala Conrad Veidt.
190 cm Conrad Veidt sebagai perdana menteri Jaffar!!
"I heff zu fainn mae pwinzess" *sorry not sorry*
Selain setting, plot dari film ini juga khas cerita 1001 malam, dengan alurnya yang dua arah. Untuk Aladdin sendiri, diakui atau tidak, telah mengambil plot dan karakter dari TOB ini. Yang nampak jelas adalah penggambaran tokoh Sultan dan tokoh Jaffar. Entah kenapa Connie ini begitu diminati oleh para illustrator, dijadikan inspirasi the Joker kemudian Jaffar. Bisa sih dibikin sinetron, GGK, Ganteng-Ganteng Komikal *ahem*.

Jaffar yang tinggi langsing dan The Sultan yang bantet, inspirasi Disney Aladdin
Anyhoooo...nanti akan ada pembahasan khusus tentang kaitan TOB-Aladdin serta Jaffar. Linknya akan diupdate begitu diposting.

Inspirasi TOB

TOB ini sendiri sebenarnya merupakan remake dari film bisunya Douglas Fairbanks di tahun 1924 dg judul yg sama. Saat berencana untuk membuat film dongeng 1001 malam, produser Alexander Korda langsung tertarik dengan judul film Fairbanks tersebut. Pada tahun 1938 Fairbanks ketika berkunjung ke Inggris, Korda tidak melepaskan kesempatan untu meminta ijin secara langsung pada Fairbanks untuk menggunakan judul tersebut. Dan Doug yang murah hati memberikan ijinnya. (Seriously, Doug memang sineas yang baik hati dan tidak sombong)

Namun, antara TOB versi 1924 dan 1940 terdapat sedikit perbedaan plot dan karakter. Karakter the thief dan kekasih the Princess yang dalam versi 1924 adalah satu, yaitu Ahmad. Sedangkan dalam versi 1940 dipisah dalam dua karakter, yaitu Abu dan Ahmad. Kemudian ada penambahan karakter Jaffar sebagai perdana menteri dari King Ahmad. 

Douglas Fairbanks dalam The Thief of Bagdad (1924)
Source: tvtropes.org
Selain itu setting dari TOB versi 1940 juga terlihat lebih seperti fantasi Arabian dengan technicolor nya dan berbagai spesial efek. Film ini adalah yg pertama menggunakan bluescreen lho. Walaupun hasilnya belum sebaik film Ben-Hur (1959), tetapi cukup bagi mereka untuk meraih piala Oscar kategori spesial efek.

QOTD

"For a man with eyes, the world is full of women. Only I am cursed, that I can see only you."
-Jaffar, The Thief of Bagdad (1940)-
Sudahlah Pincess...terima saja Jaffar
Source: powellpressburger.tumblr.com

The Cabinet of Dr. Caligari (1920)

Ini adalah kali kedua nonton film yang dianggap sebagai film horor pertama di dunia ini. Nonton pertama kali untuk menyimak ceritanya dan yang kedua untuk menyimak Conrad Veidt *ahem*
Source: subscene.com


Sekilas Info

Rilis                     : 26 Febuari 1920 (Jerman)
Produser             : Rudolf Meinert dan Erich Pommer
Sutradara           : Robert Wiene
Penulis naskah  : Hans Janowitz dan Carl Mayer
Sinematografer : Willy Hameister
BW/Warna        : BW
Bahasa                : Film bisu dengan intertitle Jerman (rilis DVD tersedia intertitle Inggris juga)
Diproduksi di    : Jerman
Pemeran             :
  • Werner Krauss sebagai Dr. Caligari
  • Conrad Veidt sebagai Cesare
  • Friedrich Feher sebagai Francis
  • Lil Dagover sebagai Jane
  • Hans H von Twadowski sebagai Alan
  • Rudolf Lettinger sebagai Dr. Olsen, ayah Jane
  • Hans Lanser-Ludoff sebagai orang tua di taman

Jalan Cerita

Diawali dengan Francis yang berbincang-bincang dengan seorang pria tua di taman. Si pria tua mengatakan bahwa dia merasa diikuti oleh roh-roh kemanapun dia berada. Francis pun menceritakan kisahnya yang menurutnya lebih aneh. Ceritapun flashback ke ingatan Francis, tentang kisah aneh yang dialami di desanya, Holstenwall. 
Francis bercerita mengenai Caligari
Holstenwall sedang ramai karena ada pameran. Francis dan temannya, Alan, berkunjung ke pameran tersebut dan melihat-lihat sebuah stan pertunjukan oleh Dr. Caligari. Di hadapan seluruh penonton, Dr. Caligari membuka sebuah peti yang di dalamnya terdapat seorang somnambulis (orang yang berjalan sambil tidur). Dia memperkenalkannya sebagai Cesare, pria berusia 23 tahun yang telah tidur selama 23 tahun. 
The waking of Cesare
Dengan ilmu hipnotisnya, Dr. Caligari membangunkan Cesare dan mengatakan bahwa dia mampu membaca masa lalu dan masa depan seseorang. Kemudian menantang penonton untuk membuktikannya. Alan pun maju dan bertanya pada Cesare, berapa lama dia akan hidup. Cesare menjawab, "sampai dini hari nanti". 
"Until the dawn"
Ramalanpun menjadi nyata, keesokan harinya Alan ditemukan meninggal di kamarnya. Terbunuh. Francis dan Jane (wanita yang dicintai oleh Francis dan Alan) menaruh curiga pada Cesare dan Dr. Caligari. Semua semakin jelas saat Jane terbangun di tengah malam dan melihat Cesare menghunus pisau tajam hendak membunuhnya. Bagaimanakah nasib Jane kemudian? Siapakah sebenarnya Dr. Caligari? Silahkan tonton sendiri. Hahh! 
Cesare oh Cesare


Film Horor Pertama

Jadiii...film yang judul aslinya Das Kabinett des Dr. Caligari (biasa disingkat Caligari) ini adalah film yang dianggap sebagai film horor sesungguhnya yang pertama di dunia. Walaupun sebenarnya kalau disetarakan dengan genre sekarang ini, Caligari lebih ke arah thriller sih. Well, film noir lah ya intinya. Dan memang film ini akhirnya menjadi inspirasi bagi film-film horor Amerika. Memang sih sebelumnya sudah pernah ada film-film hantu dan series cerita-cerita seram, tetapi kehadiran Caligari membawa sesuatu yang berbeda bagi dunia perfilman.
Terlihat familiar? Well, ini hampir 100 tahun yang lalu!
Ceritanya dihadirkan dengan plot yang twisting, sesuatu yang tidak lazim pada masa itu. Sinematografinya memberikan kesempatan bagi penonton untuk membangun imajinasi sendiri, mengajak penonton untuk berspekulasi. Caligari tidak menyuguhkan secara langsung kepada penonton siapa demon dan angel dalam ceritanya, ataupun bagaimana kejadian mengerikan itu terjadi sebenarnya. Caligari mempermainkan psikologis penonton untuk menghadirkan rasa horor tersebut. Hal yang biasa kita dapatkan dari film-film horor dan thriller saat ini, bukan? Yeap, Caligari lah yang memulai itu semua.
Dr. Caligari dan 'bonekanya' Cesare

Ekspresionisme Jerman

Film ini digarap dengan gaya ekspresionis, bahkan dianggap sebagai masterpiece dari ekspresionisme Jerman. Hal ini terlihat jelas dari segi visual. Latar film ini berupa lukisan di dinding-dinding studio dengan berbagai garis dan sudut yang distorsi. Selain itu, cahaya dan bayangan di latar film ini juga merupakan hasil lukisan di dinding. Setting untuk Caligari ini didesain oleh tim seniman ekspresionis Jerman: Hermann Warm, Walter Reimann, dan Walter Röhrig. (Thanks to my dear Trish for the information)

Setting unik Caligari
Source: theredlist.com
Selain dari keunikan setting lokasi Caligari, segi sinematografinya juga mendapat pengaruh dari ekspresionisme. Banyak cerita yang digambarkan melalui permainan cahaya dan bayangan. Teknik ini kemudian sering diadopsi Hollywood untuk memberikan efek horor dan menegangkan dalam film. Charlie Chaplin juga pernah mencoba bermain dengan bayangan di filmnya City Lights (1930). 
Permainan bayangan untuk menceritakan pembunuhan Alan

Selain dari setting dan akting para aktor-aktrisnya, kostum dan makeup juga sangat ekspresionis. Kostum Cesare terlihat serba hitam dan 'fitted', yang sekali lagi, sangat tidak lazim pada masa itu. Ditambah dengan gaya rambutnya yang juga sama distorsinya dengan latarnya. Bisa dibilang Cesare adalah nenek moyangnya emo lah. Hahh!
See what I'm talking about? Cesare nenek moyang emo

Yang unik lagi, saat akan premier film ini, dalam beberapa minggu mereka hanya berpromosi melalui slogan ,,Du musst Caligari warden" (kamu harus menjadi Caligari) tanpa menghadirkan judul film yang akan tayang. Promosi mereka cukup berhasil menarik massa.


QOTD

,,Du musst Caligari warden" 

Sabtu, 19 Juli 2014

My Chaplin Colorized Photos : Part II

Pada seri kedua Chaplin berwarna ini saya hadirkan foto-foto Charlie Chaplin tanpa makeup.

Charlie Chaplin circa 1912

Charlie Chaplin

Charlie Chaplin circa 1921 (The Kid set)

Charlie Chaplin circa 1931 (photo taken by Lee Miller)
Saya juga membuat video kecil tentang cara mewarnai foto hitam putih dengan software Adobe Photoshop : http://youtu.be/vyDwkQ_l4ig

Dan tidak bosannya saya mengundang para pecinta Charlie Chaplin untuk bergabung pada little party of Chaplin fandom on tumblr : Verdoux
Dan bagi pecinta Chaplin di Indonesia bisa bergabung dalam twitter Chaplin Lovers Indo

Best regard....


Rabu, 25 Juni 2014

My Chaplin Colorized Photos

Charlie Chaplin and Edna Purviance in Burlusque on Carmen (1916)

Saya menyadari, mungkin bagi sebagian orang, mewarnai foto hitam putih terkesan "inapropriate". Bahwa seharusnya foto bersejarah hitam putih tetaplah hitam putih. Tetapi bagi saya, memberikan warna lebih menyerupai pop art. Selain itu ini hanyalah bentuk apresiasi saya sebagai kaum muda terhadap dunia fotografi hitam putih. Terutama sebagai bentuk kekaguman saya terhadap Charlie Chaplin, salah seorang sutradara besar di era silent pictures.

Charlie Chaplin and Jackie Coogan in The Kid (1921)
Charlie Chaplin and Virginia Cherrill in City Lights (1931)
Dan tidak bosannya saya mengundang para pecinta Charlie Chaplin untuk bergabung pada little party of Chaplin fandom on tumblr : Verdoux
Dan bagi pecinta Chaplin di Indonesia bisa bergabung dalam twitter Chaplin Lovers Indo

Best regard....



Sabtu, 21 Juni 2014

My Chaplin Sketch-book

I like doing some sketches of Charlie Chaplin. Not just because he and his "little tramp" has a great name, but simply because I'm crazy about him. Here's what I've done so far :

Charlie Chaplin in Shoulder Arms (1918)
Charlie Chaplin the tramp portrait c.1921
Chaplin "My Autobiography" cover
Charlie Chaplin in One A.M. (1916)
Charlie Chaplin in The Pawnshop (1916)
Charlie Chaplin in The Gold Rush (1925)
Charlie Chaplin in Monsieur Verdoux (1947)
Charlie Chaplin in The Vagabond (1916)
Charlie Chaplin in The Kid (1921)
Charlie Chaplin in The Cure (1917)
Charlie Chaplin in The Fireman (1916)
If you also a Chaplinism (that's how I always call Chaplin fans), trust me, you're not that alone. Since there's a little party of Chaplin fandom in tumblr. Maybe you can hit this link of mine : Verdoux

Best regard.... :))